|
Iyyaka.Net bekerjasama dengan Adzzikra Edutainment meluncurkan program baru manasik haji yang diformulasikan kedalam training kontemporer yaitu pelatihan iStaQiem (iStrategic Training An d Quick Islamic Emotional Management) dan HSQ (Holistic Spiritual Qur'ani) memberikan pembekalan dan pelatihan bagi para penyelenggara haji sekaligus calon jamaah yang akan menunaikan ibadah haji. Selama ini setiap tahun, jumlah jamaah haji asal Indonesia sangat tinggi yaitu lebih dari 200.000 orang. Namun, dari sekian banyak peserta tersebut, banyak yang belum sepenuhnya siap baik dalam hal mental maupun spiritual. Sebagian jamaah belum memahami hakikat ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima yang lebih ironis mereka hanya memahmi haji hanya sebatas kewajiban menunaikan rukun Islam kelima bagi yang mampu tanpa memahami adanya hubungan yang sinergis dan harmonis diantara masing-masing rukun Islam yang lima. Dengan iStaQiem ini, diharapkan calon jamaah yang belum memahami hakikat haji sebagai rukun Islam yang kelima dengan menyempurnakan dan memampukan untuk melaksanakan rukun yang lainnya, menjadi sepenuhnya paham bahwa ternyata hakikat haji bagi yang mampu tidak semata berdasarkan dari aspek materi atau finansial saja melainkan mampu dalam menjalankan empat rukun yang lainnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak problema yang dialami para calon jamaah haji seperti terjadinya percekcokan sesama jamaah, kurangnya keikhlasan dalam menghadapi permasalahan dan cobaan, pada akhirnya menimbulkan banyaknya komplain atas pelayanan yang diberikan. Banyak yang tidak memperoleh kesan yang mendalam atas ibadah yang dilakukan, sehingga ibadah haji tersebut kurang memberi perubahan pada akhlak yang lebih baik. Oleh karena itu, sangat diperlukan satu program Manasik Haji yang mendalam dan menyentuh hati sehingga dapat menjawab permasalahan tersebut di atas.


iStaQiem diluncurkan sebagai optimalisasi program manasik haji didesain khusus bagi pihak penyelenggara haji (travel agent, KBIH, marketing haji, duta haji, agent haji) dan jamaah, guna mendapatkan kualitas pemahaman tidak saja tentang hakikat ibadah haji yang lebih baik namun juga memberikan pemahaman dan wawasan tentang dinamika penyelenggaraan dan pendaftaran haji yang problematis. Problematis dimaksudkan, bahwa belakangan ini sering terjadi calhaj tidak berangkat padahal mereka sudah membayar mahal dan dijanjikan mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Sebagian calhaj ada yang sudah berangkat sampai di tanah suci tapi malah terlantar akibat penyelenggara yang tidak bertanggung jawab. Dengan kurangnya pemahaman calhaj tentang pendaftaran haji yang diiming-imingi oleh penyelenggara, berakibat fatal hingga berdampak tidak berangkatnya calhaj ke tanah suci. Hal ini menjadi dilema baik bagi pemerintah, penyelenggara maupun bagi calhaj itu sendiri. Ketidaktahuan masyarakat tentang adanya penyelenggaraan haji di luar pemerintah (non kuota) yang belakangan ini marak ditawarkan oleh para penyelenggara menjadikan masyarakat sebagai korban ketidakberangkatan. Disinilah manfaat iStaQiem untuk menjelaskan, mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya calhaj tentang dinamika penyelenggaraan haji baik kuota maupun non kuota dilihat dari perspektif kekuatan, kelemahan, tantangan dan peluang dari masing-masing penyelenggaraan haji baik kuota maupun non kuota yang pada akhirnya menjadi sebuah pilihan yang terbaik bagi calhaj dalam melaksanakan ibadah haji.
Secara umum iStaQiem bermanfaat untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan sesama jamaah haji maupun dengan pihak penyelenggara; meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji; berkurangnya komplain dari jamaah haji atas pelayanan yang diberikan; menumbuhkan loyalitas jamaah haji untuk kembali mengikuti program-program dari penyelenggara. Sedangkan secara khusus bagi jamaah calon haji bermanfaat dalam menentukan pilihan dalam menunaikan ibadah haji yang saat ini sudah menjadi dilema "jika mendaftar di kuota antri hingga 10 tahun, jika mendaftar di non kuota riskan dengan resiko tidak berangkat ataupun terlantar". iStaQiem juga berusaha meningkatkan ilmu dan iman calhaj dalam memahami Islam secara kaffah "ya ayyuhalladzina amanu udkhulu fissilmi kaffah". Manfaat program ini adalah peserta dapat menyadari dan menghayati makna ibadah haji sebagai gerbang penyempurnaan keimanan dan memasuki Islam secara kaffah sehingga dapat membawa perubahan pada akhlak yang lebih baik setelah haji; memahami sinergitas kelima rukun dari rukun islam yang pertama syahadat, selanjutnya sholat, puasa, zakat dan terakhir haji; memahami niat haji yang benar sesuai dengan tuntunan syariah; menumbuhkan rasa syukur dan sifat sabar para jamaah dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. iStaQiem dilakukan dengan metode yang interaktif disertai role play, perenungan dan penghayatan dengan menggunakan multimedia, sound system dan layar sehingga dapat memberikan dampak serta kesan yang mendalam bagi calon jamaah haji sehingga mereka mendapatkan keindahan dan kedalaman makna berhaji. Pada akhirnya manfaat bagi jamaah akan memahami hikmah di balik ritual haji, bagi perusahaan akan meningkatkan rasa kepuasan yang menimbulkan kepercayaan, dan bagi umat akan dapat membangun karakter dan jati diri umat Islam itu sendiri.• |